Tuesday, February 07, 2012

Jalan Kaki Menjinakkan 9 Penyakit

Oleh : dr Handrawan Nadesul, dokter umum
1.  Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung.
Kita mengetahui bahwa otot jantung membutuhkan aliran darah
lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan)
agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa
henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang
lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh
memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung.
Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan
otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup. Bukan
hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang
terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh
mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding
pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki
tergopoh-gopoh! (brisk walk) atau jalan cepat.
Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih
rendah, perlengketan antar sel darah yang bisa berakibat
gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan
berkurang. Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang
bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan
meningkat dengan berjalan kaki tergopoh- gopoh. Tidak banyak
cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain
dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat
mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal
separuhnya.

2.  Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-opoh terhadap
stroke pangaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung
koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang
menggembirakan.

Monday, February 06, 2012

Time Management

Time management adalah sesuatu yang susah susah gampang diterapkan. Lihat, kata "susah"-nya tertulis 2x dan kata "gampang"-nya cuma sekali :)

Di sebuah buku tentang Time Management yang saya baca, penulis menyarankan untuk memberikan bobot kepada masing-masing Tugas (Task) kita dengan angka 1 sampai 4, 1 berarti sangat penting dan mendesak sementara 4 berati tidak penting dan tidak mendesak. Gampangnya, lakukan segera Tugas yang memiliki bobot 1 sesegera mungkin.


Di sebuah buku lain tentang Time Management yang saya baca, penulis menyarankan agar dalam sehari maksimal kita hanya merencanakan 3 Tugas saja, karena merencanakan lebih dari 3 Tugas akan membuat kita stress dan tidak bisa menikmati hidup. Tidak perduli itu Tugas penting semua atau kombinasi, tetaplah maksimal 3 Tugas saja.


Botom line,
paragraf paling atas sudah menunjukkan bahwa Time Management 2x susahnya dibanding gampangnya. Oleh karena itu, cara paling efektif untuk Time Management adalah secepat mungkin menyelesaikan Tugas, dan jika Anda bukanlah seorang Penunda, maka Anda bisa melupakan Time Management.

Saturday, April 11, 2009

Buat yg suka makan enak

Kisah Seorang Istri Yang Suaminya Terkena Serangan Jantung...

Ini ada cerita/kisah nyata (PENGALAMAN PRIBADI) yang mungkin akan
menjadi hikmah dan pelajaran bagi kita semua. ?

tanggal29 april 2006 : malam kira jam 21.00 setelah makan malam..
suamiku merasa tidak enak badan.. masuk angin di sekitar perut dan
punggung.. seperti terasa ditusuk2.. rahang terasa agak kaku, mulut
agak asam .. minta dibikinkan air jahe hangat.. minum lalu tidur.

tanggal 30 april:
bangun tidur... pagi sholat subuh dan bilang badannya udah enakan mau
ke kantor,,,
malam hari di jam yang sama seperti sebelumnya merasakan hal yang
sama kembali seperti malam sebelumnya,, dibikinkan jahe hangat
kembali dan dipaksa tidur.. tengah malam sekitar pukul 01...00 dinihari
keluar keringat banyak dibadan yang ada dibenak saya dan suami
mungkin angin sudah keluar,, makanya badan enakan.