Wednesday, February 08, 2012

Tips untuk Cepat Hamil

Pertanyaan :
Dok, saya telah menikah dua tahun dan kami sampai saat ini belum dikaruniai anak. Saya merupakan perempuan yang berkarir sebagai marketing di sebuah perusahaan dengan aktifitas yang cukup tinggi.
Adakah tips yang harus saya lakukan, termasuk jenis makanan yang harus dikonsumsi supaya saya cepat hamil? Terima kasih, salam.
Tata, 28 tahun - Jateng

Jawaban :
Untuk Ibu Tata yang baik, semoga diberikan kemudahan dalam kehamilan dan untuk itu tetap harus berusaha tentunya ya bu. Pada kasus yang ibu alami terkait dengan kehamilan, maka hal itu harus dilihat dari banyak aspek. Dalam hal ini saya selalu menekankan bahwa kehamilan adalah konsepsi bersama sebagai sebuah pasangan, sehingga menjadi tanggung jawab dalam partisipasi bersama tentunya.
Untuk itu, maka pemeriksaan kesuburan harus dilakukan antara kedua belah pihak, dan dalam hal ini pemeriksaan tersebut juga harus menyertakan peran suami. Khususnya bagi Ibu Tata, maka pemeriksaan yang lengkap juga harus dilakukan meliputi:
-Pemeriksaan USG untuk melihat kondisi rahim dan indung telur ibu
-Pemantauan waktu subur ibu
-Pemeriksaan radiologi untuk melhat kondisi saluran telur ibu, dan lain-lain
Berhubungan dengan pola makan, maka Ibu dapat mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin dan mineral (khususnya vitamin E), serta menghindari makanan yang banyak mengandung oksigen radikal bebas seperti pada makanan yang diolah dengan cara dibakar (seperti sate).
Terlebih dengan pola kerja ibu sebagai wanita karir, maka salah satu faktor pencetus timbulnya infertilitas dalam dunia modern adalah stress dan beban pikiran akan tugas pekerjaan. Dalam hal ini ada baiknya ibu melakukan konsultasi kepada dokter kandungan bersama dengan suami agar dapat diketahui kendala yang dihadapi bersama. Semoga lekas mendapatkan momongan ya bu, salam sehat. (RS)
dr. Ricky Susanto. SpOG, M.Kes

Sumber: http://id.she.yahoo.com/tips-untuk-cepat-hamil-031015772.html

Tuesday, February 07, 2012

Jalan Kaki Menjinakkan 9 Penyakit

Oleh : dr Handrawan Nadesul, dokter umum
1.  Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung.
Kita mengetahui bahwa otot jantung membutuhkan aliran darah
lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan)
agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa
henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang
lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh
memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung.
Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan
otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup. Bukan
hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang
terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh
mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding
pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki
tergopoh-gopoh! (brisk walk) atau jalan cepat.
Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih
rendah, perlengketan antar sel darah yang bisa berakibat
gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan
berkurang. Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang
bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan
meningkat dengan berjalan kaki tergopoh- gopoh. Tidak banyak
cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain
dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat
mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal
separuhnya.

2.  Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-opoh terhadap
stroke pangaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung
koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang
menggembirakan.

Monday, February 06, 2012

Time Management

Time management adalah sesuatu yang susah susah gampang diterapkan. Lihat, kata "susah"-nya tertulis 2x dan kata "gampang"-nya cuma sekali :)

Di sebuah buku tentang Time Management yang saya baca, penulis menyarankan untuk memberikan bobot kepada masing-masing Tugas (Task) kita dengan angka 1 sampai 4, 1 berarti sangat penting dan mendesak sementara 4 berati tidak penting dan tidak mendesak. Gampangnya, lakukan segera Tugas yang memiliki bobot 1 sesegera mungkin.


Di sebuah buku lain tentang Time Management yang saya baca, penulis menyarankan agar dalam sehari maksimal kita hanya merencanakan 3 Tugas saja, karena merencanakan lebih dari 3 Tugas akan membuat kita stress dan tidak bisa menikmati hidup. Tidak perduli itu Tugas penting semua atau kombinasi, tetaplah maksimal 3 Tugas saja.


Botom line,
paragraf paling atas sudah menunjukkan bahwa Time Management 2x susahnya dibanding gampangnya. Oleh karena itu, cara paling efektif untuk Time Management adalah secepat mungkin menyelesaikan Tugas, dan jika Anda bukanlah seorang Penunda, maka Anda bisa melupakan Time Management.